Komunikasi Persuasif CSR


TEGAL –  Komunikasi persuasif, bukan komunikasi yang memaksa, adalah pendekatan yang tepat, sehingga menumbuhkan kesadaran pengusaha akan tanggung jawab mereka terhadap lingkungannya. Demikian rangkuman sosialisasi CSR kepada para pengusaha di Kota Tegal, belum lama ini.

Sebagai pembicara Direktur Eksekutif Budi Santoso Foundation (BSF) Adi Ekopriyono, Ajun Jaksa Kejaksaan Negeri Tegal Rizky Fany Ardhiansyah, dan Kabid Perencanaan Ekonomi Bappeda Klaten Wahyu Hariadi. Acara dibuka Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tegal, Bajari.

Menurut Adi Ekopriyono, secara umum CSR adalah komitmen, bukan kewajiban perusahaan. Komitmen itu menjadi kewajiban, bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang tertentu dan berkaitan dengan sumber daya alam, seperti tertulis dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

‘’Selama ini masih ada cara pandang, bahwa pengusaha tidak perlu melaksanakan CSR karena tujuan utama mereka adalah mencapai profit dan sudah membayar pajak sesuai aturan.

Pendekatan wajib justru dapat menimbulkan resistensi dari pengusaha, karena yang justru perlu dibangun adalah komitmen bersama untuk membangun daerah,’’ katanya. Padahal, lanjut Adi, CSR dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan reputasi dan simpati pemangku kepentingan, yang pada gilirannya mendongkrak profit.

Selain itu, perusahaan dapat tumbuh dan berkelanjutan serta mendapatkan citra positif dari masyarakat luas. Sementara itu, Wahyu Hariadi menyampaikan keberhasilan Forum CSR Kabupaten Klaten dalam merangkul para pengusaha untuk melaksanakan CSR.

Forum itu memberikan penghargaan berupa CSR Award kepada pengusaha yang dinilai telah melaksanakan CSR dengan baik dan bersilaturahmi ke perusahaan-perusahaan.

Menurut Saudara bagaimana kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tegal?

  • Hari Ini (54 Kunjungan)
  • Kemarin (83 Kunjungan)
  • Total (44234 Kunjungan)

  • Devi Kartikasari