BKPM: Banyak Perusahaan Taiwan Berpotensi Relokasi Pabrik ke Indonesia


JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan banyak perusahaan Taiwan yang berpotensi merelokasi pabriknya ke Indonesia yang saat ini masih beroperasi di Tiongkok. "Taiwan sudah berkomunikasi dengan kami, mereka mau relokasi dari China banyak," ungkap Bahlil dalam Konferensi Pers  Realisasi Investasi Kuartal II melalui virtual, Rabu (22/7). Kendati begitu, ia enggan menjelaskan secara detail dan rinci berapa banyak perushaan Taiwan yang ingin relokasi pabrik dari Tiongkok ke Indonesia. Kendati begitu, ia memastikan akan terus mengejar investasi asing dan dalam negeri khususnya bagi sejumlah perusahaan asing yang sudah berkomitmen dan berniat ingin berinvestasi di Indonesia. “Staf di BKPM turun semua di lapangan untuk memastikan teman-teman dalam realisasi investasi baik investasi yang mau datang maupun investasi yang mau ekspansi,”jelasnya. Sebelumnya, Perusahaan asal Taiwan, PT Meiloon Technology (Meiloon) resmi merelokasi pabriknya yang berada di Suzhou, Tiongkok ke Subang, Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai US$ 90 juta dengan melakukan groundbreaking pada Selasa (21/7).  PT Meiloon merupakan satu dari tujuh perusahaan asing yang berencana merelokasi pabriknya ke Indonesia. Adapun dalam materi paparannya kemarin, BKPM mencatat ada beberapa perusahaan lain yang juga berencana merelokasi pabrik ke Indonesia.  Pertama PT Sagami Indonesia asal Jepang dengan nilai investasi US$ 50 juta. Alasan relokasi karena biaya pabrik dan tenaga kerja di Indonesia lebih kompetitif daripada di Tiongkok. Relokasi ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja hingga 6.500 orang, dengan lokasi investasi di Sumatera Utara. Kemudian perusahaan ini menargetkan akan memulai produksi pada Januari 2021. Kedua,  PT CDS Asia asal Amerika Serikat dengan investasi sebesar US$ 14 juta. Perusahaan ini relokasi pabrik dari Xiamen Tiongkok, dikarenakan tarif produknya dari Indonesia ke Amerika 0% dibandingkan tarif 25% dari Tiongkok ke Amerika. PT CDS Asia diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja hingga 3.500. Rencananya pembangunan industri dilakukan didaerah Kawasan Industri Wijaya Kusuma Jawa Tengah. Ketiga, PT LG Elctronic Indonesia asal Korea Selatan dengan investasi hingga US$ 378 juta. Dengan tingkat penyerapan tenaga kerja mencapai 6.010 orang. PT LG berinvestasi di Cibitung Bekasi, dengan rencana eskpro 95%. Kemudian akan mulai produksi Semester II 2020. PT LG merelokasi pabrik dari Korea Selatan dan berencana untuk menjadikan Indonesia sebagai regional hub baru yang menjangkau pasar Asia dan Australia.    Keempat  PT Panasonic Manufacturing Indonesia asal Jepang yang berencana berencana pabrik ke Indonesia yang merupakan relokasi dari Tiongkok dengan investasi sebesar US$ 30 juta. PT Panasonic ditargetkan mampu menyerap tenaga kerja hingga 1.940 .  Dengan bidang industri barang elektronik, dan lokasi investasi di daerah Jakarta Timur.  Perusahaan ini reloaksi dari Tiongkok dan ingin menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor untuk beberapa kategori produk home appliances. Selanjutnya, PT Denso Indonesia relokasi dari Jepang, karena memandang Indonesia sebagai lokasi terbaik setelah melakukan riset ke berbagai negara dikawasan ASEAN. Relokasi ini memiliki nilai investasi mencapai US$138 juta, dengan penyerapan tenaga kerja lokal mencapai 1.050 orang dan lokasi investasi di Bekasi Jawa Barat. PT Kenda Rubber Indonesia asal Taiwan dengan total investasi US$ 150 juta. Relokasi seiring dengan peningkatan permintaan pasar di Indonesia. Bahkan Kenda Rubber diprediksi mampu menyerap 3.000 tenaga kerja dengan lokasi investasi di Serang Banten. Lebih lanjut Bahlil mengatakan bahwa terdapat 17 perusahaan yang berniat untuk merelokasi atau mendiversifikasi pabrik ke Indonesia.  Adapun total investasinya mencapai US$ 37 miliar dan berpotensi menyerap tenaga kerja hingga 112 ribu orang.  Salah satu perusahaan yang telah menyatakan komitmennya yaitu LG Chemical dengan nilai investasi US$ 9,8 miliar dan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 14 ribu orang. "LG Chemical akan membangun industri baterai kendaraan listrik terintegrasi dengan smelter," ucap Bahlil. Bahkan ia menyebut bahwa perkembangan rencana relokasi saat ini sudah mencapai 60-70%. Selain itu, BKPM juga memetakan 119 perusahaan yang potensial melakukan relokasi ke Indonesia dengan total nilai investasi US$ 41,4 miliar dan potensi penyerepan tenaga kerja hingga 162 ribu orang. Dalam pemaparannya, Bahlil mengimbau para pemerintah daerah agar tidak mempersulit proses perizinan investasi yang akan masuk ke daerah. Bahlil meminta pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat berkolaborasi dengan investor untuk membangun pertumbuhan ekonomi di daerah.  Lebih lanjut ia mengatakan pandemi Covid-19 telah memporak porandakan sistem struktur sosial termasuk ekonomi  hampir belahan dunia. Hal ini ditunjukkan dari realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I hanya 2,97%, realisasi ini turun dibandingkan realisasi pada kuartal I tahun lalu hampir 5%. Menurutnya untuk menghapus pengangguran, makanya perlu penciptaan lapangan pekerjaan yang didorong melalui investasi. “Tidak ada solusi lain, pertumbuhan ekonomi kita ditopang sektor konsumsi dan investasi. Konsumsi terjadi apabila ada daya beli masy yang terjadi apabila ada kepastian pendapatan dan jika ada lapangan pekerajaan. Sehingga kunci lapangan kerja itu investasi untuk berikan lapangan kerja dan mampu kembangkan pertumbuhan kawasan ekonomi baru,”jelasnya. Ia meminta proses perizinan bisa berjalan mulus, karena bukan saatnya lagi menghalang-halangi investor dalam menanamkan modalnya di Indonesi. Jika tidak, maka pertumbuhan ekonomi di kawasan bisa mandek akibat tidak masuknya modal investasi. Pengangguran pun berpotensi makin bertambah besar. "Zamannya kolaborasi antara pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat dengan investor untuk membangun pertumbuhan ekonomi di daerah. Ini bukan zamannya lagi kucing-kucingan, menahan izin-ini segala macam," jelas Bahlil. Sementara itu, CFO Meiloon Eva Kuo mengatakan sebelum melakukan relokasi industri, dirinya telah melakukan survey selama 2 tahun dan ke beberapa negara, hingga akhirnya memutuskan untuk memilih Subang, Jawa Barat sebagai tempat relokasi pabrik. “Hari ini, adalah tonggak bersejarah penting untuk Meiloon. Kami adalah perusahaan terbuka dengan pengalaman selama 48 tahun. Kami adalah perusahaan OEM dan ODM terkemuka untuk produk speaker ternama seperti JBL dan lainnya," kata dia. Ia memastikan akan berkomitmen investasi di Indonesia dan membuka ribuan peluang pekerjaan untuk masyarakat lokal, dan transfer pengetahuan dan  berikan dampak perekonomian bagi Indonesia. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan groundbreaking pabrik perusahaan speaker audio video elektronik asal Taiwan itu menjadi momentum optimisme ekonomi di tengah pandemi virus corona. "Semua infrastruktur terbaik ada di sini. Dengan groundbreaking hari ini, jadi awal kebangkitan ekonomi Jawa Barat, Subang, dan ekonomi Indonesia saat pandemi Covid-19," katanya. Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id) Sumber : Investor Daily

Artikel ini telah tayang di Investor.id dengan judul "BKPM: Banyak Perusahaan Taiwan Berpotensi Relokasi Pabrik ke Indonesia"

 

Menurut Saudara bagaimana kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tegal?

  • Hari Ini (28 Kunjungan)
  • Kemarin (57 Kunjungan)
  • Total (46942 Kunjungan)

  • Devi Kartikasari