PETA POTENSI KOTA TEGAL


 

 

SEKILAS SEJARAH KOTA TEGAL

Brief History of Tegal City

 

Kota Tegal secara historis tidak lepas dari peran Ki Gede Sebayu yang diangkat oleh Panembahan Senopati (penguasa Mataram) menjadi Juru Demang (setingkat Tumenggung). Sebagai bagian dari Kerajaan Mataram, wilayah Tegal mendapat status Kadipaten pada hari Rabu Kliwon tanggal 18 Mei 1601. Melihat kesuburan tanahnya, Ki Gede Sebayu tergugah dan berniat bersama-sama penduduk meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas lahan serta membuat saluran pengairan.

Banteng Loreng Binoncengan, sebagai sesanti kota Tegal mempunyai makna yang dalam. Banteng Loreng menggambarkan karakter masyarakat kota Tegal yang memiliki watak keras, religius, pekerja keras dan pantang menyerah. Binoncengan menggambarkan masyarakat kota Tegal hanya bisa diatur oleh pemimpin yang suci hatinya, penuh kejujuran dan lemah lembut.

 

Tegal city is historically inseparable from the role of Ki Gede Sebayu who was given honor by Panembahan Senopati (ruler of Mataram) to be Juru Demang (a level which is the same as Tumenggung). As  part of Mataram Kingdom, Tegal got Kadipaten status on Wednesday Kliwon (Javanese calendar) May 18, 1601. Looking at its land fertility, Ki Gede Sebayu was interested and intended to increase agricultural output by expanding the field and creating irrigation canals together with the community.

Banteng Loreng Binoncengan, assesanti (proverb) of Tegal City has a deep meaning. Banteng Loreng (stripped Bull) reflects the characters of Tegal community as strong, religious, hard-working and never give up like a stripped bull. Binoncengan reflects the community of Tegal City who can only be led by a leader whose heart is pure, honest and gentle.
 

GAMBARAN UMUM KOTA TEGAL

Overview of Tegal City

 

A. Geografis dan Topografis

Kota Tegal termasuk dalam dataran rendah yang terletak di Provinsi Jawa Tengah bagian barat, dibatasi oleh laut Jawa di sebelah utara, Kabupaten Tegal di sebelah timur dan selatan, dan Kabupaten Brebes di sebelah barat. Kota Tegal memiliki 4 (empat) kecamatan yang terdiri dari 27 (dua puluh tujuh) Kelurahan. Secara geografis Kota Tegal terletak di antara 109' 08' - 109' 10' Bujur Timur dan 6' 50' - 6' 53' Lintang Selatan. Oleh karena Kota Tegal termasuk Kota pesisir, struktur tanahnyapun terdiri dari tanah pasir dan tanah liat. Memiliki temperatur rata-rata 27,8' C dengan curah hujan 10/115 mm.

Luas daerah Kota Tegal adalah 39,68 Km2, memiliki lahan kering seluas 3.211,10 Ha, sedangkan lahan sawah seluas 756,90 Ha, yang kesemuanya menggunakan irigasi teknis, dan memiliki luas wilayah pantai 839,15 Ha.

 

A. Geographically and Topographically

Tegal City, including the lowland located in the western part of Central Java province, is bounded on the north by Java sea, on the east and south by Tegal Regency, and on the west by Brebes Regency. Tegal City has 4 (four) districts consisting of 27 (twenty seven) villages. Tegal is geographically located between 109' 08' - 109' 10' East Longitude and 6' 50' - 6' 53' South Latitude. Due to being categorized as a coastal city, the land structure in Tegal City consists of sand and clay. Tegal City has an average temprature of 27.8' C with 10/155 mm of rainfall.

The area of Tegal is 39.68 km, possessing an area of 3,211.10 hectares of dry land and 756.90 hectares of paddy field, all of which using irrigation techniques. Tegal also has 839.15 hectares of beach.

 

B. Kependudukan dan Tenaga Kerja

Population and Workforce

Laki-Laki

Male  

  141.263 jiwa /

People   

Perempuan

Female

  138.854 jiwa /

People   

Total

  280.117 jiwa /

People   

 

Pedagang/Traders   19.853 jiwa / people
Buruh Industri/Industrial Labours   7.993 jiwa / people
Buruh Bangunan/Construction Labours   394 jiwa / people
Nelayan/Fisherman   7.248 jiwa / people
PNS/TNI/POLRI/Civil Servants/Soldiers/Police Officers   6.921 jiwa / people
Angkutan/Public Transport Drivers   473 jiwa / people
Buruh Tani/Agricultural Labours   366 jiwa / people
Pensiun/Retired   2.280 jiwa / people
Petani Sendiri/Farmers   1.751 jiwa / people
Pengusaha/Enterpreneurs   28.554 jiwa / people
Lainnya/Others   206.687 jiwa / people

 

C. Perekonomian Daerah 

C. Regional Economy     

                                             

a. PDRB atas dasar harga berlaku:   

a. Regional GDP based on valid price                                   

- Tahun 2015 Rp. 10.984.998,04 Juta                                         

- Tahun 2016 Rp. 11.886.655,93 Juta                                         

 

b. Pertumbuhan ekonomi:                                                         

b. Economic growth

- Tahun 2015 sebesar 5,45%                                                       

- Tahun 2016 sebesar 5,46%                                                        

 

c. Pendapatan perkapita masyarakat:                                      

c. Income per capita

- Tahun 2014 sebesar Rp. 40.976.627,00                                     

- Tahun 2015 sebesar Rp. 44.627.054,00  

                        

d. IPM (Indeks Pembangunan Manusia)                                   

d. Human Development Index

- Tahun 2015 adalah 72,96                                                          

- Tahun 2016 adalah 73,55                                                        

 

e. Upah Minimum Kota / Kabupaten                                           

e. Minimum Wages

- Tahun 2017 adalah Rp.1.499.500,00                                        

- Tahun 2018 adalah Rp.1.630.500,00                                  

 

 

SARANA DAN PRASARANA KOTA TEGAL

Facilities and Infrastructures in Tegal City

 

HOTEL

Hotel Bintang 3

(3-Star Hotels)

  5 unit

Hotel Bintang 2

(2-Star Hotels)

  2 unit

Hotel Bintang 1

(1-Star Hotels)

  2 unit

Hotel Melati

(Motel)

 17 unit

 

PASAR

Market

Departement Store 7 unit
Pasar Swalayan/Mini Market 19 unit
Pasar Tradisional/Traditional Market 12 unit
Pasar Hewan/Livestock Market 1 unit
TPI/Fish Market 3 unit

 

PERHUBUNGAN

Transportation

Terminal/Bus Station 1 unit
Stasiun/Railway Station 1 unit
Pelabuhan Niaga / Pelindo III/Commercial Harbour 1 unit
Jalan Beraspal/Paved Road 244,231 km
Jalingkut (Tegal-Brebes)/ Northern Ring Road 20 km

 

FINANCE

Bank 23 unit
Bank Perkreditan Rakyat/Rural Bank 4 unit

                          

NON FINANCE

Lembaga Asuransi/Insurance Agency 19 unit
Lembaga Pembiayaan/Financial Institution 20 unit
Lembaga Keuangan Mikro/Microfinance Institution 26 unit
Money Changer 5 unit
Pegadaian/ Pawnshop 2 unit

 

POS

Post Office

Kantor POS Pemeriksa/Central Post Office 1 unit
Kantor POS Cabang/Branch Post Office 3 unit

  

TELEKOMUNIKASI

Telecommunication

Pelanggan Internet/Internet Customer 4.200 SST
Pelanggan Telepon/Telephone Customer 14.291 SST
Wireless 40.000 SST
Menara Telekomunikasi/Cell Towers 57 BST
Sarana Kom Tersambung/Connected Communication 17.711 SST

                                      

KESEHATAN

Health

Rumah Sakit/Hospital 4 units
Puskesmas/Public Health Center 29 units

 

AIR DAN LISTRIK

Water and Electricity

Jumlah Pelanggan PDAM/Number of Water Company Customers 17.387
Jumlah Pemakaian Air/Amount of Water Usage   5.335,19 m3
Kapasitas produksi air PDAM/Capacity of Water Company 110 m3/detik
Jumlah Pelanggan Listrik/Number of Electricity Customers 82.913
Total Kapasitas listrik/Total Electricity Capacity 1.473.412.653 VA

 

PENDIDIKAN

Education

TK/kindergarten 68 units
SD/MI/Elementary School / MI 155 units
SMP/Junior High School 38 units
SMA/Senior High School 32 units
Perguruan Tinggi/University 6 units

                             

 

POTENSI INVESTASI

Investment Potential

 

A. SEKTOR PERIKANAN LAUT

Letak Kota Tegal yang berada di pantai utara Pulau Jawa mempunyai potensi sumberdaya laut yang besar khususnya perikanan laut, ditunjang dengan sarana Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) yang sarat dengan sandar labuh kapal jenis Sopek hingga Purseseine yang mendorong tumbuh berkembangnya aktivitas usaha industri pengolahan ikan seiring dengan meningkatnya hasil tangkapan ikan yang didukung sarana prasarana, infrastruktur, tenaga kerja dan kondisi wilyah yang mendukung.

 

A. MARINE FISHING SECTOR

Tegal which is located on the north coast of Java has great potential of marine resources particularly marine fishing. It is supported by fishing ports (PPP) which are loaded with landed Sopek (small traditional motor-boat) to Purseseine ships that encourage the growth of business activitien in fish processing industryin line with the increased number of fish caught. It is supported by facilities, infrastructures, labours and regional conditions.

 

B. SEKTOR INDUSTRI GALANGAN KAPAL

Industri galangan kapal/ dok Kota Tegal mampu membuat jenis kapal baja berbagai ukuran, namum saat ini terbatas ukuran 2000 DWT mengingat kedalaman dasar laut pelabuhan yang kurang mamadahi. Kapal baja yang di buat oleh perusahaan galangan kapal Kota Tegal antara lain jenis kapal Ferry, kapal keruk selain kapal baja dibuat juga kapal kayu jenis sopek, semi purseseine dan purseseine untuk keperluan penangkapan ikan lepas pantai.

 

B. SHIPBUILDING INDUSTRY SECTOR
 

Shipbuilding industry in Tegal is able to build steel vessels in various sizes, although the size is currently limited to 2000 DWT given the depth of sea floor around the harbour is less comprehensive. Steel vessels that are made by shipbuilding companies in Tegal, among others, are ferries and dredgers. Besides steel vesseles, other wooden ships such as sopek, semi-purseseine and purseseine are also built for the purpose of offshore fishing.

 

          MASTER PLAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI

 

Master Plan of Fishery Port

1. Luas Area: 16 Ha.

    Area width: 16 Ha.

2. Fasilitas Pokok:

    Main Facilities:
             a. Breakwater, Tanggul Lereng, Training Jetty
                 Breakwater, Embankment Slaope, Training Jetty
             b. Dermaga Bongkar/Tambah Labuh
                 Unloading/Mooring Dock
             c. Alur Masuk Pelabuhan, Kolam Labuh
                 Port Entrance, Mooring Pool
                 Kolam Perbekalan
                 Supply Pool
             d. Jalan Penghubung
                 Connecting Road
3. Fasilitas Fungsional:
    Functional facilities:
  a. TPI dan Pengepakan
      Fish Market and Packing
  b. Navigasi Pelayaran dan Komunikasi
      Sailing Navigation and Communication
  c. Listrik, Air Bersih dan SPBU
      Electricity, Water and Gas Station
  d. Pabrik Es/Chillingroom
      Ice Factory/Chillingroom
  e. Coldstorage, Drainage
      Coldstorage, Drainage

4. Fasilitas Penunjang:
    Supporting facilities:
    a. Kantor, Gedung Serbaguna
        Offices, Multi-purpose Building
    b. Balai Latihan Nelayan
        Fisherman Training Center
    c. Toilet Umum, Mess Operator
        Public Toilet, Dormitory Operator
    d. Kios dan Ruko, Pabrik Tepung
        Kiosk and Home Shop, Flour Mill
    e. fillet dan Unit Pengolahan Limbah
        Fillet and Waste Processing Installation
    f.  Parkir Luas, Jalan Saluran dan Dermaga
        Vast Parking Area, Road and Dock

 

C. SEKTOR INDUSTRI LOGAM


Kota Tegal memiliki keunggulan di bidang industri perlogaman yang mampu bersaing dengan daerah lain baik harga jual maupun kualitas produksinya. Fleksibilitas pelayanan yang berkaitan dengan permintaan diferensiasi produk yang dikehendaki konsumen dengan didukung kelebihan serta keahlian yang dimiliki para pengrajin logam seperti membuat dan menciptakan barang membuat usaha ini semakin meningkat yang tersentra di kelurahan Kejambon dan Mangkukusuman Kecamatan Tegal Timur.


C. METAL INDUSTRY SECTOR
 

Tegal city has a superiority in the field of metal industry that can compete with other regions both in the aspect of sale price and productionquality. Flexible serivice with regard to different desired products from the consumers and supported by superiority and expertise of metalworkers in making and creating goods has improved this bissines which is centralized in Kejambon village and Mangkukusuman village of Tegal Timur Sub-district.

 

D. SEKTOR INDUSTRI SHUTTLECOCK


Industri shuttlecock Kota Tegal diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu perusahaan besar/menengah serta industri kecil rumah tangga dengan berbagai merk untuk memenuhi kebutuhan klub olahraga bulutangkis ditanah air dan pelatnas. Sekurang-kurangnya tiga perusahaan memiliki sertifikat kelayakan dari Internasional Badminton Federation (IBF) dengan hasil produksi shuttlecock yang layak digunakan pada event kejuaraan bulutangkis internasional sehingga pemasaran tidak hanya dalam negeri tetapi juga ke negara Asia dan Eropa. Aktivitas produksi tersebar di wilyah Kota Tegal di kecamatan Margadana, Tegal Timur.


D. SHUTTLECOCK INDUSTRY SECTOR


Shuttlecock industry in Tegal is classified into two groups: large/medium scale industry and small home industry. They produce various brands to meet the needs of badminton clubs around the countryas well as national training center. At least three companies have the eligibility certificate from the International Badminton Federation (IBF) to yield a decent shuttlecock used in international badminton championship event which makes the shuttlecock marketing is not only conducted domestically but also to other countries in Asia and Europe. Production activities are spread over an area in Margadana, Tegal Timur, Tegal Selatan, Tegal Barat.

 

E. SEKTOR PERDAGANGAN


Kota Tegal merupakan kota kecil berada dijalur jalan pantai utara Pulau Jawa mempunyai daya tarik ekonomi bagi daerah sekitarnya yang menjadi tujuan banyak investor untuk menanamkan investasinya, kondisi ini berpengaruh positif bagi pengembangan perdagangan barang dan jasa di Kota tegal. Kekuatan sektor perdagangan terletak pada aspekkeberadaan lokasi dan sarana infrastruktur pendukung usaha yang strategis, kelengakapan fasilitas, jangkauan pemasaran dan akses perbankan yang mudah dan lengakap.
 

E.TRADE SECTOR
 

Tegal is a small city located in the northern coast of Java and owns economic attraction for the surrounding areas. It has become a destination for many investors to invest their money. This condition brings positive influence for trade development in forms of goods and serivice in Tegal. The strength of trade sector in Tegal lies in the aspects of strategic location and supporting infrastructures, facilities completeness, marketing scaleas well as easy and complete bangking acces.

 

F. SEKTOR WISATA KULINER

Sektor kuliner merupakan salah satu potensi yang menjanjikan, selain warung tegal (warteg) dan martabak yang sudah terkenal di kota-kota besar, Kota Tegal memiliki potensi wisata kuliner yang tentunya sangat beragam dengan didukung kondisi kota yang nyaman dan aman membuat para pendatang baik sekedar transit atau wisatawan semakin sering berkunjung bahkan sudah banyak yang menempatkan Kota Tegal sebagai tujuan wisata dengan cita rasa dan keanekaragaman kuliner.
 

F. CULINARY TOURISM SECTOR
 

Culinary sector is one of the promosing potentials in Tegal. In addition to warong tegal (food stall) and martabak which are already well-known in big cities, Tegal has the potential of culinary tourism which is very diverse and supported by convenient and safe invironment. This attracts tourists either doing a transit or a visitto more frequently visit Tegal. many of them have put Tegal as a tourist destination with diverse culinary and unique taste.

 

G. SEKTOR INDUSTRI BATIK TEGAL

Batik Tulis Tegal mempunyai ciri khusus tersendiri dapat dikenali dari corak gambar sawatan yang besar melebar dengan isen isen agak kasar diilhami flora dan fauna dipadukan dengan warna-warna kontras dan menonjol, tegas serta lugas. Batik Tulis Tegal dikerjakan oleh pengusaha/pengrajin batik tulis yang sebagian besar ibu rumah tangga sebagai usaha pokok maupun sambilan. Dengan diakuinya batik Indonesia oleh Badan UNESCO maka permintaan batik terus meningkat dan berimbas pada permintaan batik Tegal. aktivitas usaha Batik Tulis Tegal berada dikecamatan Margadana dan Tegal selatan.
 

G. TEGAL BATIK (TRADITIONAL CLOTHES WITH UNIQUE MOTIFS) INDUSTRY SECTOR
 

Tegal hand-drawn batik has its own special characteristics which can be identified from large sawatan patternwithquite rough Isen Isen inspired by flora and fauna combided with contrast, prominent, uniquivocal and straightforward colors. Tegal hand-drawn batik is done by enterpreneurs/batik artisans who are mostly housewives as their main business and side job. Since Indonesian batik has been recognized by UNESCO, demand on batik continues to increase and brings some impact on demand of Tegal batik. Tegal batik business activities are in Margadana and Tegal Selatan Sub-districts.

 

H. SEKTOR INDUSTRI TENUN / SARUNG

Tenun ikat ATBM ( Alat Tenun Bukan Mesin ) Kota Tegal memiliki keistimewaan tersendiri yang terletak pada kenyamanan pada saat dipakai, pada cuaca dingi akan terasa hangat dan pada saat cuaca panas akan terasa sejuk. Keunggulan inilah yang membuat produk tenun ikat ATBM Kota Tegal banyak diminati masyarakat yang tinggal di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Mesir dan Benua Afrika. Aktivitas produksi tenun ikat Kota Tegal berada dikelurahan Kraton, Pekauman, Mintaragen, Kejambon.

 

H. WEAVING/SARONG INDUSTRY SECTOR

Tenun ikat ATBM (handloom waving) from Tegal has its own speciality on its confortness when being worn. During cold weather, it will be warm and during hot weather, it will feel cool. This superionity makes handloom weaving products from Tegal attracts many people who live in the Middle East such as Saudi Arabia, Egypt and countries in Africa. Handloom waving production activity Tegal is done in Kraton, Pekauman, Mintaragen, and Kejambon Sub- districts.

 

 

KEBIJAKAN INVESTASI KOTA TEGAL

Investment Policy of Tegal City

 

KEBIJAKAN DAERAH :

  • Peraturan Daerah Nomor 4 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tegal tahun 2011-2031.
  • Peraturan Walikota Tegal Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pola dan Mekanisme Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan pada Badan Pelayanan Terpadu Kota Tegal.
  • Peraturan Walikota Tegal Nomor 3 Tahun 2009 tentang Jenis, Persyaratan, Waktu, Biaya dan Masa Berlaku Perizinan dan Non Perizinan pada Badan Pelayanan Perizinan terpadu Kota Tegal.

REGIONAL POLICES :

  • Regional Regulation No. 4 on Spatial Planning of Tegal City for the years 2011-2031.
  • Mayor Regulation No.2 of 2009 on Pattern and Mechanism of Licensing and Non-Licensing Service at the Integrated Licensing Service Agency Tegal.
  • Mayor Regulation No. 3 of 2009 on Type, Terms, Time, Cost and Period of Licensing and Non-Licensing at the Integrated Licensing Service Agency Tegal.

 

 

KEBIJAKAN PERIZINAN :

  • Pelayanan Satu Pintu secara online melalui Sitem Informasi Manajemen One Stop Service (SIMOSS).
  • Penyederhanaan sistem dan prosedur.
  • Pemberian keringanan pajak sesuai ketentuan.

 

PERMITTING POLICIES :

  • One Stop Service Management Information System (SIMOSS).
  • Simplification of system and procedures.
  • Provision of tax levies according to regulations

Menurut Saudara bagaimana kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tegal?

  • Hari Ini (28 Kunjungan)
  • Kemarin (46 Kunjungan)
  • Total (28494 Kunjungan)

  • Devi Kartikasari